Seret aku pulang

Mataharinya sempurna bulat

Jingga menyala penuh semangat

Udara terasa segar dan menyegarkan

Seperti kataNya, belum tercampur dengan nafas orang munafik
Jalanan masih lengang

Tapi jangan khawatir, hatiku kini tidak lagi lengang
Aku belajar dari burung burung itu

Pergi pagi dengan perut kosong

Dan hey, dia selalu pulang dengan perut kenyang
Aku belajar dari matahari

Entah mendung entah cerah

Dan kau tahu? Dia selalu datang
Aku mulai menjemput harapan

Menyambut baik kasih sayangNya

Yang masih mengembalikan ruhku,

Di setiap pagiNya
Maafkan aku ya Rabb….

Maafkan aku yang selalu datang terlambat
Terima kasih ya Rabb…

Terima kasih, karena selalu menyeretku pulang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close