Win the battle or win the war?

Dua minggu belakangan ini…..di hajar habis habisan….alhamdulillah


Iihh kenapa sih beb, lo kerjaannya di hajar mulu hahhaha….menurut nganaaaa….πŸ˜…


Baru kali ini ngikut kelas healing gue sampe kudu nenggak pereda sakit. Ternyata marah gue masih gede aja. Telisik punya telisik…ternyata marahnya lebih ke marah karena merasa kalah.


Akarnya sama…KESERAKAHAN, KERAKUSAN gue sendiri yang bikin gue merasa kalah, dan selalu merasa kurang.


Belajar menerima kekalahan, mengasah mental juara. Menerima segala ketetapan Allah dengan tenang.


Menerima kekalahan bukan berarti kalah, menerima kekalahan dengan lapang dada bikin kita bisa melihat segala sesuatu lebih jelas. Ooh….kurangnya gue ini, oohh salahnya gue ini, oohh begini…ooh begitu….


Tangan kita tunjukkan ke muka kita sendiri, bukan ke orang lain.

Menerima kekalahan, membuat kita bersiap untuk pertempuran berikutnya. Jatuh bangun berkali kali? Sudah biasa bukan? 


This is not about how to win the battle, this is  about how to win the war


Seperti pepatah thailand berikut ini πŸ˜‚



Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close